Thousand Miles from Home and Heart
October 23, 2009
Semakin hari sepasang sahabat itu terlihat semakin kurus dan kurang tersenyum. Aku mengerti kondisi mereka yang berat ini. Mereka berdua, mas Dedi dan mas Nursid adalah peneliti di Departemen Kelautan dan Perikanan yang rela meninggalkan istri dan anak-anak yang sedang tumbuh lucu demi meningkatkan karirnya dengan melanjutkan sekolah program Doktoral di kampusku. Tetapi di kampus ini mereka bertempat di lab kimia murni dengan jam kerja yang over dari pk 09.00 – 24.00, dimana sang professor membebani pekerjaan berat yang tidak ada hentinya meskipun hari libur. Mereka juga menghadapi kehidupan di lab dimana mereka harus bekerjasama dengan professor yang tak manusiawi, sering memaki dengan kata-kata kasar dan suka menghina.
Satu semester pertama mereka masih berstatus research students sebelum menginjak status mahasiswa doctoral. Belum genap 1 semester, setelah berbagai keluhan bernada halus (saking sabarnya), mereka sempat memutuskan untuk kabur dari Korea. Tetapi rupanya mereka tidak begitu kompak, hanya mas Dedi saja yang ingin pergi, sedangkan mas Nursid masih bisa mentolerir keadaan yang ada. Sehingga rencana kabur mereka menjadi batal karena mereka memegang teguh prinsip “datang bersama, pulang bersama”
Tetapi hari itu, aku mendengar rencana mereka untuk benar-benar meninggalkan Korea plus keterangan bahwa mereka berdua telah bersepakat dan bertekad bulat. Dengan bantuan seorang teman, mas Lilik, mereka telah memesan tiket penerbangan keesokan hari dari bandara internasional Incheon . Itu berarti mereka akan pergi selambat-lambatnya malam itu. Apapun yang mereka putuskan, aku berharap semoga itulah yang terbaik bagi keduanya.
Selanjutnya tugasku adalah membantu mereka meninggalkan asrama dengan aman serta menyiapkan taksi untuk membawa mereka ke stasiun Busan.
Sekitar pk 20.30, aku memanggil taksi ke asrama. Mereka masih berada di kamar untuk mengepak barang-barang terakhir serta tak lupa mereka meninggalkan kunci kamar, buku tabungan dan ATM beserta no PINnya karena menurut mereka, uang di dalamnya bukanlah hak mereka. Setelah semua siap, 2 buah koper besar dan 2 buah koper kecil kami bawa menuju taksi yang parkir di depan gerbang asrama. Hal ini tentu saja menarik perhatian penjaga asrama yang berada di pos penjagaan, dia keluar dan bertanya padaku dengan bahasa Korea akan pergi kemana mereka berdua dan sampai kapan perginya. Aku jawab saja bahwa mereka akan pergi mengikuti conference di Indonesia selama 1 bulan. Kami bergegas meninggalkan tempat sebelum si penjaga bertanya lebih banyak lagi. Sebelum sampai ke gerbang universitas, mas Lilik sudah menunggu untuk bergantian tempat denganku dan mengantarkan mereka sampai stasiun Busan. Mas Dedi dan mas Nursid akhirnya pergi meninggalkan ketidakmanusiawian beratas nama pendidikan.
Selang 2 hari kemudian, aku mendapat kabar dari seorang teman Indonesia yang tinggal di asrama juga bahwa professor mereka menghubungi asrama untuk menanyakan keberadaan pasangan sahabat tersebut. Dan memang benar, ketika aku berpapasan dengan bapak penjaga asrama, dia marah dan mengatakan bahwa aku telah berbohong padanya. Aku tetap pada kesepakatan dengan mereka bahwa aku tidak akan bicara apapun tentang kepergian teman-temanku itu. Selanjutnya aku berkali-kali mendapat telpon dari Office of International Relation (OIR) menanyakan hal yang sama karena aku satu-satunya orang yang terlihat pergi bersama mereka. Ketika aku dipanggil di ruang OIR, seorang staff yang juga teman baikku mengatakan bahwa mereka berdua kabur dengan membawa uang lab sehingga itu merupakan tindak kriminal dan bisa dilaporkan ke kepolisian. OIR mendapatkan laporan tersebut dari professor di lab, dan aku tahu betul bahwa itu semua fitnah. Aku tetap tidak berkata apapun selain
“Saya sangat yakin mereka berdua tidak mungkin melarikan uang lab, jadi tidak masalah jika OIR ingin membawa ini ke kepolisian. Kalaupun mereka benar-benar kabur dari sini, saya sangat memahami keputusan mereka dan saya pikir OIR pasti juga sudah tahu reputasi professor itu yang sebelumnya sudah kehilangan 11 mahasiswa asing dengan kasus yang sama.”
Aku menyarankan agar OIR menghubungi keduanya langsung, meskipun aku yakin saat itu mereka berdua pasti masih trauma untuk membicarakan hal-hal yang berbau Korea.
Tidak cukup sampai disitu, beberapa minggu kemudian, aku mendapat kabar bahwa professor tersebut mengirimkan surat kepada seorang professor Indonesia yang dulunya telah memberikan rekomendasi kepada mas Dedi dan mas Nursid. Surat itu berisi pencemaran nama baik luar biasa; yaitu bahwa keduanya telah bersikap buruk selama berada di lab dan melarikan uang lab, sehingga keduanya tidak pantas untuk direkomendasikan untuk melanjutkan S3 ke sekolah manapun.
Sejak itu tidak ada kabar lagi tentang mereka berdua sampai saat ini ketika aku sudah kembali ke Indonesia, mas Nursid kini sedang melanjutkan S3 di kota yang sama denganku, sedangkan mas Dedi masih bekerja di Jakarta dan mendaftar beasiswa ke negeri sakura.
Selalu ada hikmah dibalik sebuah kejadian yang kadang kita tidak bisa melihatnya saat itu juga tetapi butuh waktu untuk bisa menyadarinya.
Sosok Tak Tercitra dari Namanya
May 4, 2009
Aku mendengar curhat seorang teman baik yang punya nama sedikit unik. Inti curhat itu adalah tentang nama dirinya yang diberikan atas kekaguman ayahnya pada sosok pejabat Orde Baru yang (unfortunately) tidak lagi dikenal baik di mata masyarakat.
Karena teman itu rajin liat fesbukku dan bisa berakhir pertemanan kami, kalo aku cerita yang sesungguhnya, aku buat rekayasa kisahnya aja…
Ambillah contoh, sang Ayah kagum pada sosok Edy Tansil yang merupakan pengusaha kaya dan sukses di masa itu. Maka, saat si jabang bayi pertamanya muncul ke dunia, diberilah nama Edy Tansil dengan harapan agar bisa sesukses jutawan itu kelak ketika besar nanti. Tapi namanya juga manusia, sesempurna apapun dia, pasti pernah melakukan kesalahan. Ya, Edy Tansil telah melakukan kesalahan besar yang membuat masyarakat negri ini murka. Edy Tansil menggelapkan uang sebesar 1,3 triliun melalui kredit di Bank Bapindo. Saat itu, uang 1,3 triliun adalah jumlah uang terbesar yang pernah kudengar, yang mungkin kalo uangnya ditumpahkan semua ke sebuah situ bisa untuk berenang-renang seperti paman Gober. Asal tidak jebol aja tanggulnya, bisa-bisa warga sekitar langsung kaya mendadak.
Okay then, Edy Tansil ini tidak cukup jantan menghadapi konsekuensi perbuatannya, tahun 1996 dia kabur dari LP Cipinang sehingga dinyatakan sebagai buron oleh Kepolisian Republik Indonesia. Gambar Edy Tansil dengan berbagai kemungkinan penyamaran disebarluaskan ke daerah-daerah di seluruh pelosok negeri. Aku sempat menyimpannya, takut-takut si Edy mampir ke rumah untuk minta air minum atau numpang ke WC. Sampai sekarang, tidak ada kabar tentang nasib si Edy Tansil itu.
Lha si anak yang bernama Edy Tansil itu sungguh tertekan. Namanya disebut-sebut sebagai seorang penjahat, tidak jantan, buron, dsb meskipun bukan sosok anak itu yang dimaksud. Ketampanannya pun tak mampu menghindarkan dirinya dari cengar-cengir gadis-gadis manis yang berkenalan dan langsung pikirannya berasosiasi dengan sosok koruptor. Saat beranjak dewasa, si anak mengajukan kepada ayahnya beberapa nama yang dianggapnya lebih baik dari Edy Tansil agar namanya diganti, tapi sang ayah menolak.
Yah, apalah arti sebuah nama. Toh nama itu diberikan oleh ayahnya dengan cinta, doa dan harapan yang baik bagi si anak. Tak ada bayangan seorang penjahat, setelah aku sedikit lebih mengenal “Edy Tansil” yang aktif di kegiatan kemahasiswaan, menyayangi teman dan pacar-pacarnya serta mencintai ibundanya ini.
Kalau saja Edy Tansil, sang buronan, tidak melakukan kejahatan itu, pasti sampai saat ini orang masih mengenalnya sebagai pengusaha sukses yang patut dicontoh atau malah orang tidak mengenalnya sama sekali. Dan tidak ada masalah dengan nama teman baikku ini tentunya. Well, we never know exactly what we will be in the future..
Mungkin ada baiknya jika kelak ketika memberi nama anakku nanti, akan kupilih nama seorang heroik yang sudah menjadi sejarah saja (meninggal maksudnya). Misalnya, Diponegoro, yang dikenang sebagai pahlawan Indonesia dalam perang padri melawan penjajah Belanda atau Teressa, nama tokoh ibunda yang baik hati dan penuh cinta sesama. Beliau-beliau ini sudah almarhum dan pengorbanannya dikenang sebagai jasa yang sangat berarti bagi umat manusia sepanjang sejarah. Tidak mungkin kan beliau-beliau ini bangkit dari kubur => jadi pejabat => korupsi => ditangkap KPK => masuk bui => dikenang oleh masyarakat sebagai koruptor.. (kebanyakan nonton TV!!)
애인 있어요 - I have a lover
March 5, 2009
아직도 넌 혼잔 거니 물어보네요 난 그저 웃어요
Ajig do non honja goni muroboneyo Nan geujo usoyo-
You ask if I’m still alone, I just smile
사랑하고 있죠 사랑하는 사람 있어요
Saranghago ijjyo, saranghanen saram issoyo
I’m in love. I have a lover
그대는 내가 안쓰러운건가 봐
geude nen nega an seroun gon gaba
It looks like you feel sorry
좋은 사람 있다며 한번 만나보라 말하죠
joheun saram iddamyon hanbon manna bora marhajyo
Saying that you know someone nice, that I should meet him once
그댄 모르죠
geuden moreujyo
You don’t know
내게도 멋진 애인이 있다는걸
nege do motjin ein itta nen gol
That I have a handsome lover too
너무 소중해 꼭 숨겨두었죠
Nomu sojunghe kog sumgyo duo jyo
I hide him because he is too precious
REFF
그 사람 나만 볼수 있어요 내 눈에만 보여요
Geu saram na man bolsu issoyo, ne nune man boyoyo
Only I can see him, Only to my eyes
내 입술에 영원히 담아둘거야
ne ibsure yongwoni dama dulgoya
I will hold him in my lips forever
가끔씩 차오르는 눈물만 알고 있죠
gakeum sik chaoreuneun nunmul man algo ijjyo
Only tears that fill my eyes once in a while know
그 사람 그대라는걸
Geu saram geute ranen gol
That person is you
나는 그 사람 갖고 싶지 않아요
Naneun geu saram gagosipji anayo
I don’t want to have that person
욕심 내지 않아요
Yogsim haji anayo
Don’t want to be greedy
그냥 사랑하고 싶어요
geunyang sarang hago sipoyo
I just want to love
그댄 모르죠
geuden moreujyo
You don’t know
내게도 멋진 애인이 있다는걸
nege do motjin ein itta nen gol
That I have a handsome lover too
너무 소중해 꼭 숨겨두었죠
Nomu sojunghe kog sumgyo duo jyo
I hide him because he is too precious
Back to REFF
알겠죠 나 혼자 아닌걸요 안쓰러워 말아요
Algejjyo nan honja anin golyo An serowo marayo
I’m not alone, don’t feel sympathy
언젠가는 그 사람 소개 할게요
Onje ganen geu saram soge halgeyo
I’ll introduce him to you one day
이렇게 차오르는 눈물이 말하나요
Irogke chaoreuneun nunmuli maranayo
Are my tears telling you?
그 사람 그대라는걸
Geu saram geute ra nen gol
That person is you…
Lagu Happy Birthday
October 11, 2007
Di Korea, ternyata lagu Happy Birthday ada plesetannya juga. Jadi, waktu ulang tahunnya mas Lilik tgl 17 Agustus, kita ada acara potong cake bersama, karena kebetulan ulang tahunku 3 hari sebelumnya. Saat potong kue, temen kita, Hojun nyanyiin lagu plesetan Happy Birthday dalam bhs Korea
Happy Birthday to you -> We teonanni? (ngapain kamu dilahirkan?)
Happy Birthday to you -> We teonanni? (ngapain kamu dilahirkan?)
Happy birthday, happy birthday -> Irok-ke salgo..o (hidup cuman kayak gini)
Happy birthday to you -> We teonanni? (ngapain kamu dilahirkan?)
Hahahahaa…. dasar njuun..
25th Birthday
August 21, 2007
This is the time to thank, to contemplate what I have been done for 25 years
stepping this earth.
Thank ALLAH for giving me chance to live my life,
although sometimes I use the chance for unuseful things, but I learned that
if we commit in something then I have to be serious on it
Thank ALLAH for giving me lovely family,
Although sometimes I feel strange since my family has many different things
from others. Then I realize "The extraordinary must be different"
Thank ALLAH for giving me opportunities to taste how the sweet and bitter
this life is,
Although sometimes I’m hurt, dissapointed then I cry.. but those make me
stronger to face next problems
Thank ALLAH for meeting me with wonderful people around me,
Altough sometimes I’m upset cause they can’t understand the way I taught, but
it sets up my mind that people need to be heard, to be understood, to be loved..
set up my empathy
Thank ALLAH for keeping me in this way,
Always keeping your words
"With every difficulty there is a relief"
Useful 10-minutes course
May 8, 2007
At 12 pm in dark and quiet night, a very-short-but-useful
course on how to enter the room through above-2 meter-located window had been
tought to me. I did it in 10 minutes successfully !!
Advantages:
We can enter a house without the owner knowing
We can enter the room altough the door is
locked
We can say hello to people without disturbing him/her as
no need to knock the door
Shorting time to reach the room since no
need passing main entrance of building
Making exercise like a gymnastic athlete

Suggestion:
Make sure that you are liftable for your
partner
Make sure that your partner is strong enough
to lift you up
Do stretching movement before you start, or
your body will be painful
Be careful of the hard stuffs around the
window, they can make your body bruised 
Dont do it in the day, you’ll be looked so
silly
Dont make any noise, otherwise you’ll be
suspected as a thief 
www.cyworld.com/nurul
Syibuk
May 1, 2007
Saat baca message dari dudu aku baru teringat ternyata dah lama nggak nulis blog..
Sejak punya Korean minihompy (www.cyworld.com/nurul), aku jadi lebih sering aktif berkutat disana.
Hari ini capee.. sejak kemarin menyiapkan presentasi di kelas undergrad. Sebenernya aku dah buat slide untuk menjelaskan Chapter 1 sejak 2 minggu lalu, tapi minggu lalu digunakan untuk mid term dan minggu sebelumnya aku memberikan materi lain. Tidur jam 1.30, agak telat dari biasanyah, karena berlatih untuk ikutan kontes. Ternyataaah… sang Profesor Lee Sang-Go tercinta lupa, glekkk
Ini bukan pertama kalinya profku lupa, bahwa ini adalah hari presentasiku. Dia sudah membagikan paper ke murid2 terus mulai menerangkan slide demi slide. Kan nggak mungkin dong aku bilang, "Prof, panjenengan lenggah saja, bukannya panjenengan minta saya yang presentasi hari ini?"
Akhirnya aku tetap duduk di tempat dengan kondisi ngantuk hebat karena mengkonsumsi obat, entah obat apa itu. Heran juga, badan gatel2, periksa ke dokter, dikasih obat 9 macem dan semuanyah harus diminum 3x sehari. Ada untungnya juga nggak presentasi hari ini.
Setelah kelas selesei, seperti biasa aku ngobrol sebentar dengan Prof Lee, beliau minta tolong aku membuat summary dari 2 buku sebagai bahan presentasi untuk visiting African students, harus kelar akhir pekan ini.
Lengkap sudah…3 presentasi, 1 korean speech, 3 PeeR and 1 summary
GAMBATTE IRUKARANETE!!
The class given in Korean- who care?
February 15, 2007
Masa pengisian daftar mata kuliah spring semester udah mau selesei, tapi aku masih belum yakin akan ambil kelas-kelas yang direkomendasikan profesorku. Sejak aku mendengar
"Temen-temen nunggu kamu ngisi daftar mata kuliah, karena mereka berharap tidak berada dalam kelas yang berbahasa Inggris"
The class used to be given in Korean, but since my coming some professors have offered that their class will be in english as they want to be accustomed in english speaking. In last semester, each time my friends complain to professor on complicated english explanations, I felt like the one who bring trouble especially for my classmates.
My professor has recommended me to take Prof Jang’s class, but none want me to take it, since it is the most wanted class and all who wanna be in that class is hardly-understand-english native student.
Winter vacation = Gemuk
February 1, 2007
Liburan… kerjaannya makan, nonton pilem, makan lagi, coba-coba masak, nge-net di kampus, makan lagi, les korean, kerja ngetik-ngetik dikit, habis itu makan lagi, olahraga libur, begituu terus..
Ngerinya, itu bukan ritual makan yang normal, tapi menu special (entah ada undangan makan, ditraktir, ayi yang masak, dll), porsi besar, makan dengan ganas, udah gitu kekenyangan dan ngantuk.
Buatku, waktu sebulan udah berefek besar dalam membulatkan pipi dan menggelembungkan badan. Tapi sepertinya tidak sebegitu efektif buat ayi….
Ayo ayi… makan yang banyaaak !!
Seperti Babi
November 24, 2006
Akhir-akhir ini udara sangat dingin, angin bertiup kencang. Kuputuskan untuk menggunakan baju dalam 3 rangkap. Dalam sebuah perbincangan dengan seorang teman, dia melemparkan pertanyaan basa-basi.
"Kau tak merasa dingin?"
"Dingiin sekalii…." secara hiperbolis ku ekspresikan rasa kedinginan yang sangat basa dan basi banget.
"Kenapa tak pake baju tebal?"
"Aku pake empat lapis nih.."
"Aduh Nurul…pantes agak gemukan, kamu ini lucu sekali seperti babi…" katanya sambil terkekeh-kekeh
"MMpphhh…" geram sambil senyum terpaksa seolah-olah berterima kasih atas analogi buruk itu